112 Masjid di Kota Cirebon Tetap Salat Id

CIREBON – Sebanyak 112 masjid di Kota Cirebon akan melaksanakan salat Idul Fitri. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Rapat tersebut dihadiri Kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Majelis Ulama Indonesia (MUI), kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (20/5/2020).

Data 112 masjid itu masih fleksibel karena data masuk sampai dengan Selasa malam pukul 21.00 WIB dan bisa saja berubah.

Pengurus MUI Kota Cirebon, Jaelani menjelaskan, daerah melaksanakan Fatwa MUI pusat, dan presiden tidak melarang salat id. Tapi melarang orang yang berkerumun. “Intinya tidak meninggalkan salat, tapi jamaah salat harus ikut protokol covid-19 supaya tetap  selamat,” ujar Jaelani, kepada Radar Cirebon.

Kepala Kemenag Kota Cirebon, Moh Mulyadi MPd mengaku sudah menerima informasi bahwa 112 masjid di Kota Cirebon akan menggelar salat id. Kemenag juga tidak melarang. Meski pemerintah tetap memberikan imbauan agar warga salat id di rumah masing-masing. “Ini nantinya nanti bentuknya bukan  surat edaran tapi imbauan atau seruan,” tandasnya.

Mulyadni menekankan agar pengurus 112 masjid yang menyelenggarakan salat id benar-benar bertanggung jawab. Jangan sampai kerumunan masa menjadi media penyebaran covid-19. “Kalau ada jamaah terkena covid 19, yang tanggung jawabnya adalah imamnya,” tegas Mulyadi.

Baca Juga:

Salat Id di Masjid At Taqwa Kemungkinan Ditiadakan

Salat Idul Fitri Masif Dilarang

Karenanya, SOP pelaksanaan salat id perlu diinformasikan pengurus masjid. Kemenag juga menyampaikan melalui penyuluh agama. Tujuanya, agar masyarakat benar-benar paham protokol covid-19 dan bisa menerapkannya saat melaksanakan salat id.

Kemudian, khutbah diminta tidak  terlalu lama dan maksimal 20 menit, mulai dari membaca surat pendek. Tidak hanya itu, selesai salat id agar tidak ada salam-salaman.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Sutisna MSi mengungkapkan, status Kota Cirebon dalam penyebaran covid-19 ada di posisi kuning. Itu mengacu pada parameter yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dengan status ini, Kota Cirebon boleh penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial. Di Jawa Barat sendiri, terdapat 9 zona kuning. Atas pertimbangan ini, kemudian masukkan dari Kominda, salat id dapat diselenggarakan di masjid yang  jamaahnya homogen dan bukan di dalam masjid. Berbeda dengan Masjid At Taqwa yang kategorinya masjid tingkat kota.

“Jadi 112 masjid yang akan memggelar salat id, prinsip dasar tetap sesuai arahan pemerintah pusat. Intinya mengetatkan social distancing,” tandasnya.

Pemkot, kata Sutisna, sudah menerbitkan surat edaran dan masih berlaku, intinya mengikuti kebijakan pusat prinsip dasarnya mencegah covid-19.

Sementara untuk Masjid At Taqwa masih dipertimbangkan. Pemerintah kota sendiri menginginkan Masjid At Taqwa tidak melaksanakan salat id. Sebab, di beberapa tempat seperti, Masjid Agung Kuningan, Sumber, Indramayu dan Majalengka tidak menggelar salat Ied. (abd)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More