Alokasi Pupuk Subsidi Kurang

 Alokasi Pupuk Subsidi Kurang
PUPUK SUBSIDI: Para petani di Kabupaten Cirebon tengah mengolah sawah, kemarin. Mereka mendesak pemerintah mengabulkan alokasi pupuk subsidi sesuai pengajuan. NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON
0 Komentar

 
 
SUMBER- Para petani di Kabupaten Cirebon mengeluhkan jumlah alokasi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan). Pasalnya, jumlah yang masuk dalam data elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) sangat kurang dengan kebutuhan petani.
Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, meminta kepada Kementan agar mengabulkan pengajuan alokasi atau kuota pupuk subsidi tambahan bagi para petani di Kabupaten Cirebon.
Dikatakan Tasrip, pihaknya tengah mengajukan pupuk subsidi 25.350 ton pupuk urea dan 32 ribu ton pupuk NPK untuk dua kali musim tanam. Namun, lanjutnya, data yang masuk untuk urea hanya 19 ribu ton dan NPK baru 12 ribu ton. “Kami sih inginnya usulan pengajuan dikabulkan semua. Kalau tidak, kebayang para petani akan merugi miliaran untuk beli pupuk nonsubsidi,” ujar Tasrip kepada Radar Cirebon, Selasa (15/6).
Pihaknya menyesali sikap pemerintah karena tidak seperti daerah lain, alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Cirebon jauh dari harapan.
“Ini datanya seperti tahun lalu, hanya copas (copy paste), tidak seperti Garut yang ajuan 100 persen di acc, di Indramayu, Kuningan juga ajuan alokasi meningkat tajam. Tapi kok kenapa Kabupaten Cirebon seperti copas tahun lalu, kalau naikpun cuman sedikit. Urea tahun lalu dapatnya 16 ribu ton sekarang 19 ribu ton. Nah NPK ini yang masih jauh dari yang diharapkan, ini benang kusutnya harus diluruskan,” bebernya.
Diungkapkan Tasrip, saat ini harga pupuk urea subsidi Rp2200/kg, urea nonsubsidi Rp6000- 6500/kg. Sedangkan harga pupuk subsidi NPK sebesar Rp2300/kg, sementara NPK nonsubsidi Rp7000/kg.
“Selisih harga pupuk yang subsidi dan tidak subsidi itu sangat jauh sekali, makanya Kementan harus menyetujui usulan pengajuan alokasi ini, karena kalau tidak kami akan rugi miliaran, terpuruk dan memprihatinkan,” keluh Tasrip.
Saat ini, kata Tasrip, sudah ada 67 ribu petani Kabupaten Cirebon yang memiliki kartu tani. Namun baru setengahnya petani yang masuk data elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Dikatakan Tasrip, petani yang akan memperoleh pupuk subsidi ialah petani yang terdaftar kartu petani dan masuk data e-RDKK.

0 Komentar