3 Nakes Positif usai Divaksin

3 Nakes Positif usai Divaksin
BERI KETERANGAN: Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Indramayu dr Deden Bonni Koswara memberikan penjelasan terkait penambahan pasein positif Covid-19, kemarin. FOTO:  UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU– Tiga tenaga kesehatan (nakes) positif Covid-19 usai disuntik vaksin Sinovac tahap pertama. Kejadiannya di Kabupaten Indramayu. Ketiga nakes itu berasal dari UPTD Puskesmas, UPTD Dalduk dan KB, serta RSUD.
Para nakes itu menjalani vaksinasi serentak awal bulan Februari ini. Ternyata beberapa hari setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama, mereka terpapar. Mereka akan tetap divaksin tahap kedua. Tapi setelah tiga bulan dinyatakan sembuh. “Nanti tetap mendapatkan vaksinasi untuk tahap kedua. Setelah tiga bulan dinyatakan sembuh,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu dr Deden Bonni Koswara, Senin (15/2).
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk para nakes sendiri akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penenganan Covid-19 Kecamatan Anjatan menutup sementara pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Anjatan. Menyusul adanya salah seorang tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Penutupan sementara berlaku selama tiga hari mulai Minggu hingga Selasa (14-16/2). Pelayanan rawat jalan, IGD dan persalinan dialihkan ke Puskesmas Patrol, Bugis dan Sukra. “Saat ini yang bersangkutan sedang isolasi mandiri. Kondisinya sehat karena memang tanpa gejala. Kami menunggu hasilnya negatif baru pelayanan puskesma dibuka kembali,” kata Deden.
Menurutnya, nakes terpapar virus corona sangat memungkinkan,mengingat mereka adalah garda terdepan penanganan Covid-19. Pandemi lebih dari setahun lamanya tak pelak membuat nakes kelelahan, fisik dan mental. Tak terkecuali nakes Puskesmas Anjatan sehingga terpapar Covid-19.
KASUS DI CIREBON
Sementara dari Cirebon, kantor Disdukcapil Kabupaten Cirebon dan kantor Kecamatan Weru ditutup setelah ada pegawai terkonfirmasi positif Covid-19. Informasi soal tutupnya dua kantor tersebut beredar Senin siang (15/2) setelah sejumlah warga yang hendak mengurus sejumlah keperluan di dua instansi tersebut harus gigit jari setelah sampai di lokasi.
Mashuri, salah seorang pegawai yang ditemui Radar di kantor Kecamatan Weru mengatakan salah satu pegawai yang dinyatakan positif tersebut kabarnya mengeluhkan masalah penciuman. Setelah itu yang bersangkutan melakukan swab test dan baru diketahui hasilnya positif.
Lockdown dua hari untuk pembersihan. Tadi sudah disemprot dan dilakukan sterilisasi. Sementara pegawai bekerja dari rumah. Yang sakit juga sudah melakukan isolasi,” ujarnya.

0 Komentar