Pelajar SMK Meninggal di RS

Pelajar SMK Meninggal di RS
0 Komentar

 
 
PLUMBON – Malang nasib AR (16) warga Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Remaja yang masih duduk di bangku kelas XI SMK itu tewas di Rumah Sakit Mitra Plumbon. AR  mengalami luka cukup berat, karena menjadi korban pengeroyokan di sekitar Kantor Pos Palimanan Sabtu malam (28/11) sekitar pukul 20.15 WIB.
Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, peristiwa itu diketahui oleh teman korban yang berinisial H (20). H saat ini menjadi saksi di kantor polisi. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban meminta tolong kepada saksi untuk diantar ke sekitar Kantor Pos Palimanan.
“Keterangan dari H, korban minta antar ke salah satu lorong di sekitar Kantor Pos Palimanan. H tidak ikut. Tapi, melihat korban masuk ke dalam lorong gang. Sekitar sejam, korban baru keluar. Diduga, saat itu korban dianiaya oleh sejumlah anak jalanan,” kata aparat Desa (mandor) Kedungbunder, Hermanto kepada Radar Cirebon, Minggu (29/11).
Sekitar pukul 21.00 WIB, korban keluar dari lorong dan mengalami sejumlah luka. Namun, korban  tidak melaporkan kepada siapa pun. langsung pulang ke rumahnya sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Menjelang pagi, luka korban semakin parah. Ia akhirnya menceritakan kepada keluarganya.  Setelah mengetahui luka korban sangat parah, keluaragnya segera membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Plumbon. Keluarga juga penasaran, darimana korban menerima luka cukup banyak dan serius itu.
Pagi itu juga keluarga mendatangi kantor Polsek Gempol untuk melaporkan kejadian yang dialami AR. “Keluarga korban sudah melaporkan ke Polsek, Minggu (29/11) sekitar pukul 10.00 WIB,” jelasnya.
Menjelang sore, sekitar pukul 14.00 WIB, kabar duka tersiar. Korban yang mengalami luka di kepala, dan pembuluh darah pecah tidak bisa bertahan. AR akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Plumbon.
“Korban sudah meninggal. Dari keterangan dokter, Korban menderita luka memar, pembuluh darah pecah, dan tulang tengkorak belakang retak karena benturan keras,” tutur Hermanto.
Untuk memastikan penyebab kematian AR, jenazahnya kemudian dibawa oleh polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Losarang, Indramayu. “Jenazah korban diotopsi,” ujarnya.
Kapolsek Gempol Kompol Sukhemi melalui Kanit Reskrim Ipda Sagimo yang dikonfirmasi Radar membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang terjadi di wilayah hukumnya. Pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban. “Keluarga korban sudah melaporkan, tadi siang. Pelakunya belum tertangkap,” pungkasnya. (cep)

0 Komentar