Sayangkan Ekspos Sebelum Swab Test Kedua

corona-kuningan
EKSPOS COVID-19: Bupati H Acep Purnama bersama jajaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19, memberikan keterangan pers terkait munculnya 9 kasus baru positif Covid-19, Selasa (30/6). FOTO : MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN
0 Komentar

KUNINGAN – Adanya sembilan kasus baru yang dinyatakan positif Covid-19, benar-benar mengagetkan semua pihak. Yang lebih mengagetkan lagi, mereka yang kini terpapar Covid-19 merupakan pelayan masyarakat yang biasa bersentuhan langsung dengan orang banyak.
Meski demikian, dengan diumumkannya sembilan kasus baru positif Covid-19 di Kuningan,  tetap saja mendapat reaksi dari berbagai pihak. Ada yang menyayangkan Pemkab Kuningan langsung mengekspos hasil swab test pertama. Padahal yang semestinya diumumkan adalah hasil swab test kedua, sehingga tidak terlalu membuat masyarakat kembali dibuat panik.
Aktivis LSM Gerakan Rakyat Marjinal (Geram) Rudi Idham Malik, menyayangkan adanya ekspos dari Gugus Tugas terkait Sembilan orang positif Covid-19. Seharusnya, kata dia, hasil swab test pertama tidak perlu diekspose ke media, karena masih ada swab test kedua sebagai penentu apakah yang bersangkutan betul-betul positif atau tidak.
“Kami sebagai masyarakat tentunya sangat terkejut dengan adanya berita ini. Pemerintah daerah seharusnya bisa mengambil langkah-langkah persuasif atau lebih smooth lagi, jangan sampai didramatisir. Ketika hasil tes swab pertama muncul, kalaupun ada yang positif, jangan sampai informasi tersebut dirilis dulu ke publik. Cukup koordinasi dulu dengan kecamatan, desa atau kelurahan,” kata Rudi, Rabu (1/7).
Ia beralasan, dari hasil swab test yang pertama belum tentu ketika swab test kedua hasilnya positif juga. Hal itu juga yang ia harapkan terhadap sembilan orang yang kini dinyatakan positif, ketika swab test kedua nanti semuanya negatif.
“Semoga (swab test kedua) hasilnya negatif. Jadi, harapan saya rilis itu dilakukan setelah tes swab kedua yang kemungkinan hasilnya sudah pasti. Jangan sampai masyarakat dibuat panik lagi seperti sebelumnya. Kami khawatir ketika masyarakat depresi atau panik, ini malah dapat berpengaruh kepada imunitasnya turun, yang akhirnya menimbulkan penyakit lainnya cepat masuk,” tuturnya.
Meski demikian, Rudi sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang sudah sangat maksimal dalam menangani penyebaran Covid-19 di Kuningan. Bahkan apresiasinya disampaikan terhadap Pemkab Kuningan, dalam hal ini gugus tugas yang telah berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Saya yakin pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sudah melakukan langkah yang terbaik, bahkan keterbukaan pemerintah dalam memberikan informasi juga sangat bagus. Namun alangkah baiknya untuk soal ini informasinya dirilis setelah tes swab yang kedua saja. Yang sekarang sudah terlanjur diekspos, mudah-mudahan tahap berikutnya tidak ada yang positif. Kalau ada, yang dirilis hasil tes swab keduanya saja,” saran Rudi. (muh)

0 Komentar