Gejala Klinis, dari Gangguan Saluran Pernafasan sampai Saluran Pencernaan

ketua-idi-kabupaten-cirebon
Ketua IDI Kabupaten Cirebon, dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein SpPD membeberkan perkembangan gejala klinis Covid-19. Foto: Andri Wiguna/Radar Cirebon
0 Komentar

Gejala klinis paparan Covid-19, kini sudah tidak lagi didominasi gangguan saluran pernafasan. Banyak juga ditemukan gejala klinis lainnya seperti serangan terhadap saluran pencernaan.

ANDRI WIGUNA, Cirebon
KETUA IDI Kabupaten Cirebon, dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein SpPD saat ditemui Radar, kemarin. Menurutnya, gejela klinis paparan Covid-19 saat ini sudah berubah dari kebiasaan awal yang benyak mengganggu dan menyerang saluran pernafasan.
“Kalau dulu kan gejalanya radang tenggorokan, batuk, sesak nafas dan lain-lain yang banyak hubungannya dengan saluran pernafasan. Kini berbeda, gejala klinisnya sudah berganti baju,” ujarnya.
Ditambahkan, gejala klinis paparan Covid-19 saat ini mulai menyerang saluran pencernaan seperti diare dan mual. Kasus tersebut lebih sering ditemukan di Kabupaten Cirebon.
“Mungkin di atas 50 persen ya untuk kasus paparan Covid-19 yang gejalanya di luar saluran pernafasan,” imbuhnya.
Terkait terus bertambahnya jumlah kasus meninggal dunia di Kabupaten Cirebon, menurut dr Fariz, mencegah banyaknya kasus paparan yang menyerang pasien, sehingga daya tahan tubuhnya lemah dan mengakibatkan kematian.
“Untuk kasus kematian rata-rata korbannya dari mereka yang punya komorbid atau penyakit penyerta,” bebernya.
Saat ini, untuk menangani pasien dengan gejala berat, tim medis Kabupaten Cirebon memadukan beberapa metode pengobatan di antaranya menggunakan donor plasma darah yang diambil dari pendonor yang sudah sembuh dari Covid-19.
“Alhamdulillah untuk animo pendonor plasma darah kita mengalami peningkatan, saat ini sudah ada 16 pendonor yang berpartisipasi dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.  (*)

0 Komentar