Ada Investor Baru Pasar Kanoman

virus-corona-korea-selatan
Petugas menyemprot disinfektan untuk membantu pencegahan penyebaran virus corona di stasion Kota Seoul, Korea Selatan. Foto: AP Photo/Lee Jin-man
0 Komentar

CIREBON – Rencana revitalisasi Pasar Kanoman yang masih menggantung selama tiga tahun lebih, direncanakan akan kembali dilanjutkan. Saat ini tengah dipersiapkan proses MoU, pembangunanya sendiri ditargetkan segera dimulai awal tahun depan.
Direksi Perumda Pasar Berintan telah bertemu dengan investor baru yang siap menggarap pembangunan pasar tradisional tersebut. Nanti, pengelolaanya tetap bisa di-handle Perumda Pasar, sebagai objek retribusi kepada Pemkot Cirebon.
Direktur Operasional Perumda Pasar Berintan, Maman Suryaman Ssos menjelaskan, setelah sebelumnya rencana revitalisasi pasar melalui investor PT Inti Utama Raya sempat terkatung-katung, pihaknya menemukan investor baru yakni PT Tarumas Baja Nusantara.
Untuk memastikan keseriusan investor baru tersebut, paada awal pekan lalu Direksi Perumda Pasar Berintan telah mengecek langsung ke kantor pusat PT Tersebut di Kabupaten Tabanan Bali. Kemudian meninjau langsung riwayat bisnis yang dijalankan perusahaan itu. Tentunya guna memastikan bisnis perusahaan tersebut sehat dan siap menjalankan investasi di Kota Cirebon.
Dia menyebutkan, saat ini ada 1.400an pedagang yang riil berjualan di Pasar Kanoman. Pada saat pembangunan, rencananya para pedagang tersebut akan diungsikan sementara ke pasar darurat yang telah disiapkan.
“Kita siapkan di Lapangan Kesenden, agar aktivitas mereka berdagang bisa tetap jalan. Pembangunan pun tidak terganggu karena leluasa tidak ada pedagang di lokasi tersebut untuk sementara waktu,” tuturnya.
Direktur umum dan keuangan Perumda Pasar Berintan, Dudung Abdul Rifai Ssos menambahkan, MoU yang akan dibuat tersebut dengan nilai investasi pembangunan pasar diperkirakan hampir Rp69 miliar. Untuk pelepasan aset dari bangunan lama, akan dilelangkan dan akan dihitung nilainya oleh tim appraisal.
“Sedang kita susun draf-draf MoU Perumda dengan pihak investor, melibatkan beberapa dinas terkait, seperti bagian hukum aset DPKUKM, dan Bagian pemerintahan. Kalau tidak ada kendala, akhir tahun ini bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Posisi bangunan pasar yang baru nantinya akan lebih dimundurkan sedikit dari posisi saat ini, di depannya akan disisakan lahan seluas 1.900 meter persegi yang akan dibangun lahan parkir dan taman, sehingga kedepannya bisa mengurangi bahkan menghilangkan kemacetan yang biasa terjadi di pasar Kanoman.

0 Komentar