Karyawan Sinema: Kerja Giliran, Masuk 3 Hari Sekali

0 Komentar

CIEBON – Aktivitas bioskop di Kota Cirebon vakum sejak merebaknya wabah virus corona, Maret lalu. Meski demikian, para pegawai di sejumlah bioskop tetap bekerja setiap hari secara begilir untuk perawatan perangkat mesin, dan menjaga kebersihan area sekitar bioskop.
Seperti yang dilakukan Bioskop XXI Grage Mall Cirebon. Para pegawai di bioskop berjaringan nasional tersebut, hingga kini masih belum bisa membuka kembali aktivitas usahanya. Di sisi lain, perawatan mesti terus dilakukan agar mesin tidak cepat rusak dan area bioskop tetap terjaga kebersihannya.
Manager Opeasional XXI Grage Mall Cirebon, Iing Santisa mengatakan, kegiatan para karyawan selama hampir setengah tahun terakhir ini, tetap masuk seperti biasa. Hanya saja, sistem kerjanya bergiliran 2 hari sekali atau 3 hari sekali.
Dalam kondisi normal di XXI Grage Mall terdapat 15 karyawan, termasuk staf yang melayani penjualan makanan dan minuman di klafé. Tapi, saat ini dalam satu hari karyawan yang tetap masuk kerja ada 6 orang. Diantaranya operator, teknisi, dan petugas staf lain.
“Untuk operator setiap hari nyalain mesin, teknisi nyalain AC, cek sound, dan pegawai lain bersih-bersih dinding, kursi dan tirai-tirai agar tidak berjamur. Kegiatan kerja kita seperti ini, sehari hanya 3 jam,” ujar Iing, kepada wartawan jumat (16/10).
Menurutnya, seluruh perangkat mesin dan peralatan lainya memang perlu perhatian khusus. Dengan maintenance yang dilakukan secara rutin. Karena barang elektronik bila dibiarkan vakum terlalu lama, khawatir justru akan cepat rusak. Hal ini, juga dilakukan di bioskop jejaring XXI lainya di Cirebon maupun kota lain, karena sudah prosedur dari manajemen pusat.
Sehingga, kegiatan kerja karyawan berupa maintenance tersebut perlu dilakukan hampir setiap hari. Hanya saja, waktunya memang tidak bisa berlama-lama, cukup beberapa jam. Karena konsumsi listriknya cukup lumayan. Di sisi lain, operasional tersebut memerlukan biaya, termasuk gaji bagi karyawannya.
Iing mengaku pihaknya bersyukur karena selama beberapa bulan ini tetap menerima gaji, walaupun jumlahnya tidak utuh seperti waktu-waktu normal, hanya 50 persen. Pihaknya pun menyadari hal tersebut, karena perusahaan pun memang sedang dalam kondisi tidak memungkinkan untuk menggaji karyawanya dalam porsi yang normal.

0 Komentar