Ini Dia Alasan Tontowi Ahmad Pensiun

JAKARTA – Karir pebulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad, resmi berakhir. Malang melintang secara profesional di dunia tepok bulu angsa sejak tahun 2005, pria yang akrab disapa Owi itu akhirnya gantung raket, Senin (18/5).

Tidak ada yang menyangka pilihan pelatih Richard Mainaky yang menunjuk Tontowi Ahmad menjadi pasangan duet bagi Liliyana Natsir pada 2010 silam, berhasil merubah jalan karirnya. Sebuah keputusan berat di tengah Indonesia sudah lama berpuasa gelar. Namun, duet ini harus menghadapi cobaan berat di tahun-tahun pertamanya.

Pada Olimpiade London 2012, pasangan ganda campuran Indonesia harus menelan pil pahit usai tumbang di babak semifinal melawan Tiongkok. Banyak yang menuding duet Owi dan Butet -sapaan akrab Lilyana Natsir- hanya seumur jagung. Ya, Owi dianggap tidak cukup fokus untuk jadi duet Butet yang sudah membahana bersama Nova Widianto.

Salah satu kekalahan yang mencolok dan memberi tekanan besar adalah semifinal Kejuaraan Dunia 2015. Kesalahan Tontowi ketika Owi/Butet unggul di set kedua dianggap penyebab kegagalan lolos ke final dan jadi juara.

Proses memang tak mengkhianati hasil. Rentetan kekalahan menyakitkan akhirnya berbuah manis. Sebuah medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 berhasil diraih. Air mata keduanya terus meleleh saat lagu Indonesia Raya mengalun syahdu di Riocentro-Pavilion 4, Brasil, empat tahun silam. Baik Owi dan Butet, mereka seperti belahan jiwa. Saat Liliyana Natsir dibekap cedera usai Olimpiade, Tontowi tak memiliki niatan untuk bertukar pasangan demi mempersiapkan Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020. Tontowi tetap setia bersama Liliyana, ketika Butet memutuskan menunda pensiun.

Bagi Tontowi, semua gelar yang didapat adalah kerja kerasnya bersama Liliyana. Dengan usaha yang sama rata, dia pun masih setia hingga sang pasangan abadinya tersebut gantung sepatu, Januari 2019 silam. Jika Butet masih bisa berdiri di hadapan fans pecinta bulu tangkis dalam pesta perpisahan dirinya di Senayan, perpisahan Owi terasa getir. Pengumuman pengunduran dirinya disampaikan lewat akun Instagram pribadinya.

“Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang saya tekuni lebih dari setengah umur saya,” tulis Owi.

“(Ini sesuatu) yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna, kadang susah, kadang senang, tapi saya bangga dengan apa yang sudah saya capai, di mana saya bisa meraih puncak prestasi yang saya dan orang tua juga keluarga harapkan,” tambahnya. Owi memutuskan gantung raket saat usianya masih menginjak 32 tahun. Usia yang cukup produktif.

Sebelumnya, Owi sendiri dikabarkan mundur dari pelatnas PP PBSI pada Maret 2020. Namun, dari keterangan pelatih kepala ganda campuran Richard Mainaky, Owi sudah mengirimkan pesan kepada dia via WhatsApp. Isinya adalah niatnya untuk mundur dari pelatnas PP PBSI. (fin/tgr)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More