Walikota Restui RSDGJ Lockdown

rsdg-gunung-jati-lockdown
Suasana di IGD RSD Gunung Jati yang ditutup sementara. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – RSD Gunung Jati Kota Cirebon melakukan penutupan sementara seluruh pelayanan kesehatan mulai Kamis (22/10) pukul 12.00 WIB, dan akan dibuka kembali Rabu (28/10) pukul 08.00 WIB.
Pelayanan kesehatan yang ditutup adalah IGD Terpadu, penerimaan pasien rawat inap, poliklinik umum (instalasi rawat Jalanalan), Klinik Sakura (klinik Covid19), poliklinik eksekutif (ODC), pelayanan kamar operasi, Layanan Laboratorium dan Radiologi.
“Sedangkan pelayanan haemodialisa, HOT dan Kemoterapi tetap buka sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Khusus pelayanan polikinik umum (rawat jalan) dan poliklinik eksekutf (COC) baru akan dibuka kembali pada Senin (2/11),” ujar Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon dr Ismail Jamaludin, Kamis (22/10).
Dokter Ismail mengungkapkan, penutupan sementara RS Gunung Jati tersebut dilaksanakan atas dasar pertimbangan telah terjadi penularan Covid-19 di antara pegawai (transmisi fokal) yang diawali dengan terpaparnya beberapa pegawai dari pasien yang terkonfirmasi Covid-19.
“Sebelumnya sejak tanggal 19-21 Oktober 2020 telah teridentifikasi 21 pegawai terkonfirmasi Covid-19, baik tenaga kesehatan maupun non tenaga kesehatan. Selanjutnya pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 telah terjadi penambahan pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 18 pegawai. Sehingga total pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 adalah sebanyak 39 pegawai,” ungkapnya.
Masih kata Direktur RS Gunung Jati, pegawai yang terpapar bertugas di IGD terpadu, kamar operasi, ruang ICU (intensive Care Unit), ruang NICU (Neonatus intensive Care Unit), haemodalisa, ruang teratai (Ruang Isolasi Covid-19), poliklinik mata, gigi, bedah mulut dan poliklinik bedah syaraf.
“Pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 sebagian dirawat inap di ruang teratai (ruang isolasi) dan sebagian menjalani tsoiasi mandiri pada fasiltas yang telah disediakan Pemenntah Kota Cirebon (Hotel Onos dan Langensari),” katanya.
Dijelaskan dr Ismail, saat ini Tim PPI (Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) bekerja sama dengan Instalasi Laboratorium dan Instalasi Sanitasi Lingkungan dan Kesehatan, serta Keselamatan Kerja (ISLK3) masih terus melakukan penelusuran kontak, Pemeriksaan PCR dan disinfeksi ruang-ruang pelayanan.
“Tim PPI telah menetapkan sekitar 356 pegawai yang masuk kategori kontak erat dan sebagian telah dilakukan Pemeriksaan PCR oleh instalasi laboratorium, serta telah diketahul hasilnya sebanyak 39 pegawai terkonfirmasi Covid-19. Kegiatan penelusuran kontak, pemeriksaan PCR, desinfeksi ruang pelayanan dan kegiatan lainnya dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Agar tidak meluas kepada pegawai lainnya. Pasien dan pengunjung sumah sakit. Maka itu untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut pelayanan-pelayanan kesehatan yang tersedia di RSD Gunung Jati Kota Cirebon ditutup sementara,” jelasnya.

0 Komentar