Desain Rumah Instragramable ala Umah Abang

umah-abang-cirebon
Salah satu sudut ruangan Umah Abang.
0 Komentar

Siapa bilang rumah dengan ukuran 50/90 tak bisa terlihat chic and cozy? Meski tak memiliki latar belakang desainn interior, Prasapta Mufreno berhasil menyulap rumah minimalisnya menjadi sangat instagramable.

APRIDISTA SITI RAMDHANI, Cirebon
KREATIVITAS Prasapta Mufreno patut diacungi jempol. Terutama dalam mewujudkan desain rumah impiannya. Kerap menonton drama korea dan melihat beragam desain interior menarik, hal itu pun ia aplikasikan di rumahnya. Bahkan kini diberi branding dengan nama Umah Abang.
Sapta –sapaan akrabnya- mulanya membeli rumah berukuran 50 /90 di tahun 2011. Rumah itu hanya memiliki 1 kamar tidur, dapur, toilet, ruang tamu (ruang tengah). Namun ia selalu ingin menghadirkan suasana rumah yang nyaman dan rapih. Mulailah Sapta mendekorasi tata letak dengan konsep summer.
Dari sini, ia menghadirkan suasana yang lebih nyaman dengan mencat tembok berwarna putih. Dan menerapkan beberapa sentuhan tanaman hias di dalam rumahnya. “Konsep summer ini, selain chic, juga terlihat segar. Saya menerapkan beberapa tanaman hias di sudut rumah,” kata Sapta, saat berbincang dengan Radar Cirebon.
Di tahun, 2017 ia pun mulai menambah bangunan belakang. Renovasi pun dimulai dan menghasilkan keseluruhan rumah dengan 2 kamar, 1 working space, dapur, toilet, mini garden dan roof top. Ia pun mulai menyempurnakan tata letak rumah di tahun tersebut.
Sehingga saat masuk Umah Abang, kesan nyaman sudah didapatkan dengan banyaknya tanaman di teras depan rumah, lengkap dengan dua kursi kayu kecil yang cozy. Mini garden dengan tanaman hias dan tanaman rambat pun dilengkapi dengan bebatuan kecil disalah satu sudut teras depan rumah yang bisa langsung melihat working space dengan kaca besar. “Working space ini sengaja saya buat untuk melakukan beberapa kegiatan hobi dan lainnya,” ucapnya.
Beragam furniture yang instagramable memang terkesan mahal. Namun, menurut Sapta semua itu bisa diakali dengan mencari perajin lokal. Seperti contohnya ranjang yang ia gunakan di kamar utama. Ia membelinya dari pengrajin lokal Cirebon dengan harga yang jauh lebih murah dari pada toko retail. Beberapa pot rotan pun justru ia dapatkan dari produk gagal eksport. “Pintar-pintar kita cari, tak harus di toko retail pun banyak pengrajin lokal yang justru lebih murah dan bagus barangnya,” terangnya.

0 Komentar