PSBB Kota Cirebon: Antre ke Mall, Jalanan Macet

CIREBON – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Cirebon tahap kedua mulai dilaksanakan, Rabu (20/5/2020). Meski masih berlaku pembatasan, namun tidak mengurangi mobilitas warga di sejumlah pusat perbelanjaan.

Pantauan Radar Cirebon, kawasan pusat perdagangan bahkan macet dipenuhi kendaraan. Di Jl RA Kartini kepadatan kendaraan terjadi karena keluar masuk pengunjung dari pusat perbelanjaan.

Sementara, sebelum memasuki supermarket, pengunjung mesti mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan. Di depan gerbang utama, petugas keamanan bersiaga untuk memeriksa setiap pengunjung yang datang.

Apabila didapati ada pengunjung yang tak membawa masker, petugas keamanan langsung menolaknya untuk masuk. Begitupun bagi pengunjung yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat celcius.

Suasanan ramai juga tampak di dalam area supermarket yang dipadati oleh pengunjung. Untuk mengantisipasi pelanggaran social distancing, pengelola supermarket telah memasang garis jarak aman.

jaga-jarak-warga-mengantre-di-kasir
Warga mengantre di kasir, pengelola supermarket menyediakan kursi untuk menerapkan jaga jarak. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon

Baca Juga:

Hati-hati Relaksasi PSBB

112 Masjid di Kota Cirebon Tetap Salat Id

Pengunjung yang mengantre di kasir untuk melakukan pembayaran juga disediakan kursi yang disusun dengan jarak minimal 1 meter. Kondisi serupa juga terlihat di lantai 2 yang berisis tenant fashion. “Mumpung supermarketnya dibuka, jadi bisa buat belanja untuk keperluan lebaran,” ungkap Andita (30) salah satu pengunjung yang berasal dari Kedawung.

Di CSB Mall, Jl Cipto Mangunkusumo pengunjung sejak pagi mengantre untuk masuk. Antrean terjadi karena protokol pencegahan yang wajib dipatuhi pengunjung.

Sejumlah personel kepolisian juga nampak siaga. Pengunjung yang ingin masuk, harus terlebih dahulu cuci tangan di wastafel yang telah disediakan dan wajib menggunakan masker.

Selain itu, pihak pengelola menyediakan petugas khusus untuk melakukan pengecekan suhu menggunakan thermo gun.

Kebanyakan pengunjung berasal dari luar Kota Cirebon. Salah satunya, Fajar. Dia mengaku hendak berbelanja kebutuhan fashion untuk anaknya. “Kebetulan sekalian lewat, saya sendiri baru kali ini ke Cirebon. Pengen lihat-lihat aja, setahun sekali,” kata Fajar.

Fajar mengaku, tidak mengetahui kalau Kota Cirebon sedang menerapkan PSBB tahap kedua. Namun, tetap ada kekhawatiran terkait dengan penyebaran virus. Oleh karenanya, dia tidak mengajak anak dan istrinya. “Kalau takut corona pasti, cuma yang saya dengar Cirebon statusnya bukan lagi zona merah makannya saya berani. Yang penting tetap patuhi imbauan pemerintah untuk pakai masker dan jaga jarak,” imbuhnya.

satpol-pp-imbauan-masker
Kepala Satpol PP, Andi Armawan mengimbau warga menggunakan masker. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon

CSB Mall memberlakukan pengurangan pengunjung sebanyak 80 persen atau sekitar 18 ribu orang dari kuota seharusnya sebanyak 32-35 ribu.

Mall Manager CSB, Adwin Nugroho mengatakan, CSB mall juga menerapkan counting people menggunakan sistem sensor, yang akan memberitahu secara otomatis saat jumlah pengunjung telah melampaui batas yang telah ditentukan.

“Kita dilengkapi sistem counting people diseluruh pintu masuk. Setiap saat bisa akurat dan bisa mengetabui jumlah pengunjung dalam 1 waktu. Ketika sudah mencapai batas kita lakukan buka tutup,” ujar Adwin.

warga-antre-di-matahari-csb-mall-cirebon
Antrean warga untuk memasuki tenant fashion. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

Ada 6 pintu masuk yang dibuka. Sesuai surat edaran PSBB, tenant fashion boleh dibuka kecuali hiburan. Pihak CSB juga telah membentuk satgas khusus di masa PSBB ini. “Siang ini, pengunjung baru sekitar 50 persen,” ungkapnya.

Protokol pencegahan juga tetap dilakukan. Seperti wajib menggunakan masker, cuci tangan, pengecekan suhu menggunakan thermo gun, dan physical distancing. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More